My Hobbies…part 2

Olah Raga:

Ini adalah hobi utama saya juga, entah kenapa dari kecil saya senang sekali dengan hal-hal yang bersifat ketangkasan, Sebelum sekolah mungkin sekitar umur 3-4 tahun saya sering sekali diajak bapak saya ke pantai untuk maen bola,, masih sangat jelas di ingatan bagaimana kita bermain bola hanya berdua saja, dan terkadang diselingi dengan mengikuti nelayan2 yang mencari kerang di saat pantai surut. Mungkin sebagian orang tidak ingat lagi kejadian2 di umur 3-4 tahun, tapi di memori saya tentang kenangan di umr 3-4 tahun ternyata masih lumayan melekat. Teringat waktu pertama kali diajak ke ke sekolah kakak (TK) melihat pertunjukkan boneka kayak si unyil bukannya seneng malah takut. Masih inget juga pas *maaf* burung saya kejepit resleting, sakitnya masih terbayang sampai sekarang. Atau kenangan pas di beliin sepatu baru, atau mainan baru, bapak saya dengan triknya, pura2 disuruh buang tas kresek yang ternyata di dalamnya ada mainan,,heheheh…. Kok jadi ngomongin di luar hobi ya,, tapi gpp lah itu hanya sebagai pengantar bagaimana saya sudah senang bermain bola dari umur 3 tahun. Pas SD olahraga yang sering dilakukan kasti, go back so door,,boi,pande, atau mungkin maen bola. SD kelas 5 udah mulai latihan tennis walaupun ga secara resmi, cuma ikut2an aja, pas kelas 4-6 hal saya sering sekali latihan renang, dengan syarat siram2 bunga atau nyapu dulu heheheh…. Mungkin ini mirip reward and punishment…

Hampir semua olahraga saya senang, maen pingpong lumayan gara2 pas kecil pernah punya meja pingpong, maen basket bisa gara2 pas SMP sering banget maen ke lapangan basket SMA 2 Tuban. Maen tennis lumayan bisa gara2 dipaksa Pakdhe ikut gabung maen tennis ama guru2 SMA 1 Tuban tiap hari minggu. Maen badminton lumayan bisa gara2 pas SD-SMP sering ikut maen bapak2 takmir masjid. Maen sepak takraw lumayan gara2 pas SMP olahraga ini cukup popular (secara waktu itu ga ada lapangan lain). Beladiri pernah latihan silat pas SMP (cuma 4 x habis itu bosen), pas SMA ikut taekwondo (cuma satu semester, habis itu bosen). Maen poli pas SMA gara2 punya temen2 yang hobi poli n masuk dalam penilaian ujian. Golf pertama pas jaman kuliah diajakin temen walaupun cuma driving,,susah ternyata. Oh iya pas SD pernah ikut senam lantai ama senam kesegaran jasmani :D hehehehehe….

Satu hal yang membuat saya senang dari hobi ini, saya bisa gampang kenal dengan orang2 baru, dan memiliki komunitas yang lumayan beragam. Dan itu terkadang yang lebih membuat saya menyenangi berolahraga tidak hanya olahraga itu sendiri,, melainkan efek samping dari olah raga itu yaitu sarana untuk bersosialisasi dengan orang2 baru maupun teman2 lama.

Olahraga juga melatih kita untuk bersikap sportif, mengakui kekalahan, tidak arogan di saat menang, berbagi dalam sebuah team untuk kemenangan bersama. Kalo dalam basket atau bola, mencetak gol merupakan sebuah tujuan, tapi tetap saja kemenangan team yang menjadi tujuan utama.

1 comment March 31, 2009

My Hobbies….

Entah kenapa saya ingin menguraikan hal-hal yang menjadi hobi saya. Mungkin hanya ingin berbagi dengan teman-teman aja, apakah hal yang saya pikirkan ini sama atau ga,, atau bisa jadi tulisan ini menjadi inspirasi bagi teman2 untuk menemukan hobi baru.
Secara garis besar ada 3 hobi yang sangat saya sukai dan sering saya lakukan yaitu membaca, olahraga, dan jalan2.

Membaca :
Membaca adalah aktifitas yang cukup menyenangkan buat saya, dan saya juga bukan tipe orang2 yang pilih2 bahan bacaan, saya tidak fanatik terhadap satu tema. Membaca menurut saya adalah salah satu bentuk pembelajaran, membaca membuat kita tahu sesuatu tanpa harus kita sendiri yang mengalaminya.
Waktu SD, mungkin saya adalah salah satu anak yang sering sekali meminjam buku2 di perpustakaan, buku2 tokoh kepahlawanan anak2 kecil yang mampu meringkus kawanan perampok di suatu desa yang saat mereka berlibur di rumah nenek mereka, cerita sedih seorang anak miskin yang harus menjual koran, atau cerita2 lain yang biasanya ada di perpustakaan SD. Sekali pinjam bisa 2-4 buku. Atau pinjam buku dari teman2 entah itu tentang detektif cilik, lupus cilik, komik,dsb, cerita2 di buku tersebut terkadang membuat saya membayangkan kejadian-kejadian di buku bakalan ada di kehidupan nyata.
Membaca memang membuat kita bisa melihat hidup dari sudut pandang lain. Membaca juga bisa mejadi sarana introspeksi diri, kadang di saat saya butuh tausiyah, di saat hati ini kering,, atau semangat ibadah turun, buku lah yang menjadi pengingat saya. Di usia yang memang sudah tidak remaja lagi, sebagian orang akan semakin sedikit yang mengingatkan kita, karena memang kita dianggap sudah cukup dewasa untuk tahu dan bisa memilih mana yang benar dan mana yang salah. Maka memang diperlukan sensing elemen dalam diri kita sendiri, apakah kita memang sedang butuh tausiyah, atau kita memang butuh sesuatu hal untuk mengarahkan kita kembali menuju sesuatu yang haq. Membaca bisa menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan ghirah, karena secara manusiawi kita terkadang malah gengsi apabila orang lain yang mengingatkan, kalo dengan membaca maka hati kita akan berjanji dan hanya Allah yang tahu, dan usaha memperbaiki diri pun terasa lebih bermakna,, karena usaha itu kita sendiri yang menjadi trigger bukan orang lain. Hobi ini masihs sering saya lakukan,, tapi akhir2 ini saya lebih disibukkan dengan membaca hal2 yang berurusan dengan pekerjaan, sudah cukup lama juga tidak membaca buku yang bisa meningkatkan ghirah dan meningkatkan kualitas diri,,mumpung masih ingat…let’s do it. Membaca memang membutuhkan waktu, apalagi membaca buku seperti novel yang mungkin membutuhkan waktu yang tidak sedikit, tapi jangan sampai kita menikmati bacaan hanya saat membaca saja,, harus ada sebuah hasil yang lebih dari sekedar senang atau tahu cerita yang kit abaca. Kita harus mampu mengambil hikmah dari setiap rangkaian kalimat dari buku2 yang kita baca. Ambil hikmah dan terapkan di kehidupan kita, dan waktu kita yang terbuang untuk membaca tidak lagi sia-sia.

Add comment March 31, 2009

Terjepit Masa Depan dan Masa Lalu

Judul pada postingan ini saya ambil dari status facebook salah teman saya kuliah I call him boss bukan karena apa2, tapi karena postur tubuhnya yang gede jadi pantes aja dipanggil bos.

Di tengah penyakit insomnia yang udah 3 hari ini menemani, di saat mata ini ingin terpejam, di saat tubuh ini sudah lelah dan ingin direbahkan, dan nafas yang ingin dilambatkan,, ternyata pikiran ini terus melayang-layang entah kemana seakan-akan tidak ingin terkekang, pikiran dan hati ini terus mencari celah untuk selalu menemukan jalan keluar, ingin menemukan jawaban dari masalah-masalah yang bermunculan tanpa diundang.

Malam ini hati dan pikiran ini berkutat pada mengingat masa lalu,,flashback ke belakang, di masa2 kuliah,di masa2 SMA, masa2 SMP,SD,TK,atau bahkan pas masih balita. Entah kenapa pikiran2 itu bermunculan seperti mozaik yang tersusun secara sporadis. Pikiran2 masa lalu terkadang membuat saya tertawa, menangis,atau tersenyum. Setiap frame masa lalu yang telah terlampaui seperti lukisan2 di galeri dengan goresan2 yang khas dan judul2 yang spesifik. Lukisan-lukisan itu terhampar dengan berbagai sudut pandang, sudut pandang kesedihan, sudut pandang rasa bersyukur, atau bahkan sudut pandang penyesalan. Sebuah lukisan memang selalu menghasilkan sudut pandang yang multidimensional, tergantung dari mana kita melihatnya.

Kegagalan masa lalu bisa menjadi sebuah kesuksesan jika kita melihat dari sudut pandang syukur. Keberhasilan masa lalu bisa menjadi sebuah kesengsaraan jika kita melihat dari sudut pandang takabur.

Masa depan adalah perencanaan, masa depan adalah rahasia, dan biarlah masa depan selalu menjadi misteri yang akan melahirkan kejutan-kejutan yang membuat kita merasa hidup. Masa depan adalah kanvas putih yang siap kita lukis. Masa depan akan selalu membuat kita bertanya-tanya, masa depan membuat kita berusaha, masa depan membuat kita berharap, masa depan membuat kita berdoa, masa depan membuat kita optimis, masa depan membuat kita tersenyum, masa depan membuat kita bersemangat dan masa depan pula yang membuat kita hidup sampai sekarang.

Percayalah setiap perjalanan hidup ini adalah yang terbaik bagi kita….pastikan kita selalu melihat lukisan masa lalu kita dengan sudut pandang syukur, siapkan masa depan dengan kanvas harapan dan bingkai keoptimisan, dan lukislah hidup ini dengan tinta antusias dan kuas kesungguhan, dan di akhir hidup, kita isi galeri pribadi kita penuh dengan lukisan lukisan yang berharga……….

*Untuk hati yang selalu mencoba menemukan jawabannya…

Add comment March 18, 2009

Keteduhan Hati

Alhamdulillah itu mungkin salah satu kalimat pertama yang harus saya ucapkan. Allah dengan rangkaian scenario yang sangat indah telah membuat mata ini terbuka, dan jiwa yang akan bergerak keluar jalur pun kembali diingatkan.

Malam itu mata ini telah melihat keteduhan dan kesejukan yang membuat jiwa ini teringat akan janji dan idealisme yang pernah ditancapkan ke dalam hati dan sanubari. Kembali memori otak ini tertuju pada saat dimana janji itu terukir, janji yang hanya didengarkan dan diketahui oleh jiwa dan sang pemiliknya. Subhanallah,,Maha Suci Allah dengan segala scenario yang dibuatnya. Maafkan hambaMu ini yang mencoba melupakan janji yang dibuatnya sendiri, janji untuk berusaha mendapatkan yang ma’ruf dengan cara yang ma’ruf. Ya Allah ampunilah hambamu ini yang seakan menyangsikan janjimu, seakan meragukan ketetapanmu, meragukan takdir yang telah kau ciptakan untuk setiap nafas yang aku hembuskan. Sebuah godaan yang sangat kecil nilainya dibandingkan dengan nikmat yang Kau janjikan. Ya Rahman ya rahim, di tanganmu setiap desah nafasku, ditanganmu setiap langkah kaki ini berjalan,, perintahkan setiap sel dalam tubuh ini untuk selalu bergerak kearah jannahMu. Ya Allah tunjukkan aku jalan yang lurus.

Ya Allah…..berilah aku kekuatan untuk selalu menjalankan perintahMu, berikan aku kekuatan untuk selalu ingat akan janji2ku.

Kepada hati yang mulai bergeser…ingatlah janji itu….janjimu kepada jiwa dan raga….apakah engkau meragukan ketetapan Khalikmu….

Add comment March 12, 2009

Backpacking to Ujung Genteng

Cukup lama juga saya mengabaikan blog saya,, bukan karena ingin mengabaikan tapi emang sedang belum ada mood untuk menulis atau belum menemukan suatu bahan tulisan yang mantap.

Pada tulisan ini saya mencoba berbagi pengalaman maen2 ke ujung genteng tanggal 6,7,8 maret kemarin. Ppostingan ini saya bagi menjadi dua bagian yang pertama mungkin mengenai hal-hal teknis yang bisa dijadikan pertimbangan bagi temen-temen yang belum pernah kesana dan pengen maen kesana.

Ujung genteng termasuk wilayah kabupaten sukabumi jawa barat kalo dilihat di peta jawa barat paling gampang, bagian ujung dari tanjung yang ada di peta jawa barat,, kalo bagian teluknya itu pelabuhan ratu. Jarak dari Jakarta sekitar 260 km hampir sama dengan jarak ke Bandung. Banyak tempat yang bisa dikunjungi di ujung genteng mulai dari sungai, curug atau air terjun, goa2 dan sungai bawah tanah, pantai karang dengan habitat ikan2 hias yang berwarna warni, ditambah penangkaran penyu.Rasanya ga bakalan rugi kalo kita maen2 kesana.

Saya memutuskan pergi kesana sekitar sebulan yang lalu setelah pulang dari trip jawa barat bagian timur yang sempat mampir ke pangandaran,green canyon, dan menyusuri pantai selatan jawa barat.

Pada perjalanan menuju ujung genteng kali ini tim saya beranggotakan 7 orang (anggaplah laskar pelangi) bukan karena kita orang2 hebat macam tokoh2 di novel andrea hirata, melainkan kebetulan aj yang ikut 7 orang.

Hal pertama sebelum berangkat adalah melakukan koordinasi walaupun hanya sebatas lewat email karena kita ber 7 kerja di tempat yang berbeda-beda. Ada yang di serpong, kalideres, depok, thamrin, dan saya sendiri di fatmawati, bisa dibayangkan kami ber 7 berasal dari seluruh penjuru Jakarta dan kami memutuskan tempat perkumpulan kami di UKI. Kita janji berkumpul di UKI sekitar pukul 20.00 tanggal 6, tetapi karena sesuatu hal kita berkumpul lengkap sekitar pukul 21.30. Akhirnya kita memutuskan untuk naek bis jurusan sukabumi, ternyata jam segitu bis ke sukabumi udah habis hal ini bisa dijadikan pertimbangan bagi temen2 yang akan ke ujung genteng, bis sukabumi terakhir sekitar pukul 21.00. Akhirnya kita memutuskan untuk naek bis bogor dan turun di ciawi. Berangkat dari UKI sekitar pukul 22.00 sampai ke ciawi pukul 23.15, sampai ke ciawi satu2nya transport yang memungkinkan untuk menuju sukabumi adalah mobil L300 jurusan ciawi sukabumi, ada beberapa kelebihan dan kekurangan naik L300. Kelebihannya adalah bebas macet karena sering sekali berjalan di bahu jalan,,emang tidak aman mobil jalannya miring dan kurang nyaman juga karena sangat bergelombang, dan cara nyetirnya juga lumayan bikin kepala pusing, tapi cukup cepat karena jam 01.00 kita udah nyampe di alun2 sukabumi. Menikmati malam di sukabumi, bertemu temen2 backpaper lain yang lagi tidur di masjid agung.

Di alun-alun sukabumi kita sempat nanya harga carteran mobil ke surade,, ternyata cukup mahal juga sekitar 300rb,,karena kita tahu ke surade naek angkot umum cuma sekitar 20 rb akhirnya kita lebih memilih untuk naek angkot umum saja.

Angkot dari surade paling pagi sekitar pukul 03.00 dan berangkat dari teminal lembursitu. Karena kita masi di alun2 dan belum ada angkot menuju terminal lembursitu akhirnya kita memutuskan untuk nyari makan dan beli snack, di sekitar alun2 sukabumi ada alfamart yang buka 24 jam,rumah makan padang, dan nasi goring,, lumayan sambl makan nasi goreng kita nanya2 dulu ama orang disana kalo mo ke terminal lembursitu naek apa. Sekitar pukul 02.00 kita memutuskan jalan menuju pasar dan RAMAYANA tempat angkot ngetem ke arah lembursitu (warna angkotnya kuning). Sampai di lembursitu sekitar pukul 02.30 dan sudah ada mobil elf yang ke arah Surade. Satu hal penting yang harus diperhatikan kalo kita mo naek elf ke Surade, karena perjalanan yang cukup lama (3-4jam) dengan trek yang sangat berliku maka pilihlah tempat duduk yang senyaman mungkin yang memungkinkan anda untuk bisa tidur dengan nyenyak agar tidak mabok di jalan. Kalo emang ga kebagian tempat lebih baik memilih keberangkatan selanjutnya. Akhirnya kita berangkat ke Surade pukul 03.30 dengan tujuan jembatan cikaso, sebenarnya ELF berhenti terakhir di Surade, tapi karena kita emang membayar lebih, akhirnya kita diantar sampai jembatan cikaso, kita nyampe jembatan cikaso sekitar pukul 06.30


Di Cikaso kita berhenti sejenak di sebuah warung di ujung jembatan,, lumayan ngopi2, sarapan, atau mo nebeng ke kamar mandi. Donatnya lumayan enak, roti goreng (odading), atau gorengannya juga lumayan,, tapi kalo soal makan harganya kayaknya agak dimahalin,,mending kalo mo makan nanya harga dulu.

Sekitar pukul 08.00 kita memutuskan melanjutkan ke curug cikaso. Jalan menuju curug cikaso kalo dari jembatan cikaso sekitar 10 menit jalan. Arahnya kalo dari warung kita turun dibawah jembatan ke arah kiri, kalo dari surade tentu aja kita turun ke jembatan dan berjalan ke kanan. Ikuti terus sungai sampai nanti ketemu beberapa perahu terus kita Tanya disana kalau mo ke curug cikaso gimana, nanti ada bapak-bapak yang akan menarik retribusi untuk masuk ke curug sekitar 2000/orang dan kita juga bakal ditawarin naek perahu sekitar 50rb pulang pergi. Kita memilih jalan kaki walaupun kita sebenarnya tidak tahu seberapa jauh jarak ke curug cikaso, ternyata dari tempat pembayaran tiket hanya sekitar 5-10 menit dengan trek yang sangat mudah. Akhirnya kita merasa beruntung memilih jalan kaki.

Setelah dari curug kita ditawari bapak2 di tempat pembayaran tiket untuk maen ke goa haul,,sebenarnya biaya yang dikeluarkan untuk kesana cukup lumayan sekitar 250 dengan rincian perahu 50rb dan uang juru kunci dan pengantar 200rb. Tapi setelah kita tawar akhirnya disepakati harga 210rb. Goa yang kita kunjungi ternyata masih sangat asli,mungkin baru sedikit orang yang kesana, pertama masuk kita disambut trek yang cukup berat berlumpur dan sangat curam, tapi setelah masuk ke dalam kita akan terpukau dengan keindahan stalagtit dan stalagnitnya, dan sungai bawah tanah dengan air yang sangat jernih,Subhanallah. Tapi jalan menuju goa ini cukup menanjak dan melelahkan.

Setelah dari goa haul kita kembali lagi ke curug cikaso untuk mandi dan membersihkan diri dari lumpur2 dari goa, sekitar pukul 13.00 kita memutuskan beranjak ke ujung genteng. Transportasi dari cikaso ke ujung genteng secara langsung tidak ada, yang ada kita harus naik mobil pick up beratap terpal menuju jalan utama ke ujung genteng. Angkot ke ujung genteng hanya ada dari surade saja,untuk menuju surade dari cikaso sebaiknya menyewa pick up terpal atau naek elf jangan mengikuti jalur angkot pickup, karena kalo kita mengikuti jalur pick up ternyata pick up tersebut berhenti di jampang yang kemudian kita harus naek angkot lagi ke surade, dan dari surade dilanjutkan ke ujung genteng. Jarak surade-cikaso mungkin sekitar 3-4km, sedangkan jarak jampang ke surade 9km. Dari jampang akhirnya kita menyewa angkot untuk menuju ujung genteng dengan harga 12rb/orang, kita sampe ujung genteng sekitar pukul 16.00. Hal pertama yang kita rencanakan adalah mencari peginapan, akhirnya kita menuju pantai barat ujung genteng yang berderet penginapan, berjalan sekitar 1 km kearah barat ternyata semua kamar disana sudah dipesan. Kita akhirnya memutuskan untuk menghabiskan sore itu di pantai untuk melihat sunset,, kita sudah memutuskan untuk tidur dimana saja.

Kita memutuskan untuk mencari masjid untuk sholat dan membersihkan diri. Sekitar 400m kiri jalan dari arah pantai ada sebuah masjid yang cukup bersih, kita akhirnya memutuskan beristirahat sejenak sambil menunggu isya dan bertanya pada jamaah setempat mengenai tempat penginapan di sekitar masjid. Didapat dua penginapan yang pertama seharga 130rb/malam dengan jarak 500m dari pantai dan 40 rb/malam dengan jarak 1km dari pantai. Akhirnya kita memutuskan memilih yang terdekat dengan pantai.

Malam itu rencana ke penangkaran penyu dibatalkan, kami sudah cukup capek, dan biaya kesana juga cukup mahal 50rb/org PP kalo menyewa angkot lebih murah150rb/PP.

Hari sabtu pagi kami habiskan untuk maen2 di pantai ujung genteng yang surut di pagi hari,,kita bisa melihat ikan2 karang berwarna warni, dan memutari tanjung ujung genteng. Jam 11.00 kami memutuskan kembali ke Jakarta. Dari ujung genteng naek angkot ke surade, berhenti di surade untuk sholat dan makan, beli snack, minuman,dan obat anti mabok. Jam 13.30 perjalanan dilanjutkan ke sukabumi dengan elf lagi, sebenarnya dari surade bisa naek bis kecil menuju bogor atau sukabumi, tapi jumlah armada bis tersebut hanya 8 dan keberangkatan terakhir sekitar pukul 9. Sampe sukabumi di terminal lembursitu sekitar pukul 17.00 dan dilanjutkan naek angkot ke terminal degung. Disana tim kami terpisah kearah bandung dan Jakarta. Saya sendiri melanjutkan ke Jakarta dengan bis terakhir jurusan Cikarang via UKI berangkat dari degung pukul 18.00 dan nyampe di UKI pukul 22.00

Biaya Perjalanan

  1. UKI-Ciawi (7.000)
  2. Ciawi-Sukabumi (10.000)
  3. Sukabumi-Lembursitu (3.000)
  4. Lembursitu-Cikaso (25.000)
  5. Tiket curug cikaso (2.000)
  6. Ke Goa+ perahu (30.000)
  7. Cikaso-Jampang (5.000)
  8. Jampang-Ujung Genteng (12.000)
  9. Penginapan (20.000)
  10. Ujung Genteng-Surade (8.000)
  11. Surade-Lembursitu (22.000)
  12. Lembursitu-Degung (4000)
  13. Degung-UKI (14.000)
  14. Total 162.000
  15. Untuk makan di ujung genteng cukup mahal dan hampir tidak ada pilihan.

4 comments March 10, 2009

Tiket Kereta

Tanggal 23 kemarin saya pulang kampung ke tuban dengan menggunakan kereta ekspress malam sembrani. Ini mudik kedua saya dari jakarta,,yang pertama pas idul adha kemarin, saya menghabis kan waktu 22 jam di jalan gara2 jalan pantura emang ga beres,, banyak jembatan diperbaiki,,banyak jalan yang diaspal ulang,,pokoknya cape di jalan lah,,ga cuma capek badan,, tapi makan ati juga :D . Gara2 itu juga membuat saya memilih transportasi kereta api,,harganya emang jauh lebih mahal,,tapi gimana lagi,,kalo emang lebih kita butuhkan.

Nah, balik lagi ke mudik kedua saya kemarin,,ada beberapa pengalaman yang membuat saya berpikir dan bertanya Apa yang mesti saya lakukan???

Pertanyaan ini muncul setelah kereta melewati jatinegara,,ada lebih dari 10 orang yang naek di gerbong saya, dan clingak-clinguk mencari tempat duduk yang kosong. Sudah bukan menjadi rahasia lagi, fenomena naek kreta tanpa membeli karcis sudah menjadi rahasia umum. Dan jujur aja,, baru sekarng saya memikirkan hal ini dengan lebih mendalam, coba bayangkan kalo ada 30 orang saja naek tanpa bayar, negara sudah dirugikan 9 juta rupiah (itung2an kasar). Kita sebagai seorang rakyat sering meneriakkan anti KKN untuk para pejabat tapi dalam kenyataannya kita sendiri yang sering melakukannya. Bahkan kaum mahasiswa yang teriak2 anti KKN saya yakin belum mengimplementasikan hal ini dalam kehidupannya.

Dalam hal naek kreta tanpa bayar, impact buruk yang bisa terjadi misalnya :

- merugikan negara

- mengajak orang lain berbuat dosa (menyuap dan disuap,sama2 dosa)

- kalo terjadi kecelakaan tidak bisa mendapat jasa raharja, yang jadi masalah, terkadang kita menuntut pemerintah untuk membayar biaya kalo terjadi kecelakaan,,tapi kita sendiri ga mau bayar.

- Merugikan penumpang lain, jelas kita menyuap kondektur kereta misal dengan uang 100 rb,,padahal penumpang lain harus membayar tiket dengan harga 350 rb,,padahal kita mendapat fasilitas yang sama.

- Mentalitas kita, dan sensitivitas kita terhadap kecurangan,, tindakan manipulatif, tidak jujur, dan kemunafikan semakin meningkat. Menyebabkan kita tidak bisa membedakan mana yang benar, mana yang salah.

Hal2 diatas mungkin cuma sebagian dari impact buruk yang akan terjadi,, yang membuat saya makin mengelus dada,, terkadang orang2 yang melakukan itu tidak malu lagi melakukannya,, bahkan cenderung bangga.

Sudahkah kita tertib,,menjadi seseorang yang memikili mentalitas yang matang,, tidak kekanak-kanakan,,memiliki pola pikir yang bertahap,,multi layer,, dan berpikir jauh ke depan,, dan tidak berorientasi pada kesenangan sesaat. Memang tidak mudah,,tapi bukan berarti tidak bisa….

Mulai dari kita sendiri………

3 comments January 28, 2009

Bagaimana meyakinkan mereka??

Di postingan ini,,lagi2 buat persiapan nikah (bosen juga posting ini terus),, gw mencoba menguraikan pendapat gw tentang bagaimana mempertemukan keinginan kita dengan keluarga,,baik keluarga kita,, maupun keluarga calon kita. Btw,, yang minta postingan ini abol… hehehe…ga nyangka gw,,akhirnya dirimu kembali menjadi pria normal… Alhamdulillah (sujud syukur),, tapi ntar…jangan2 lo minta ngebahas ini gara2 calon lo cowok juga bol?? Waduh kalo itu gw angkat tangan bol,, gw sebagai temen lo aja merasa hiiiiiiiii…apalagi keluarga lo ama keluarga pasangan cowok lo…..gw jamin susah banget….. mending kawin lari aj lo ke Amsterdam :D heheheh… pis boll :D

Ok de,, gw coba menguraikan pendapat gw tentang maslah ini. Menikah itu menggabungkan 2 individu dan 2 keluarga besar,, so kita harus bisa beradaptasi dengan budaya dari keluarga calon kita,, kalo pengen nyari aman,,sebelum nyari calon kita coba menyelami kira2 keluarga kita itu kayak gimana,, dan kira2 orang tua kita menginginkan pasangan kita orang yang kayak gimana,, darisana kita baru mencoba mencari target yang kira2 bakalan cocok dan nyaman bergabung bersama keluarga kita. Tapi gw yakin 70% orang nyari pasangan bukan dengan cara begini, melainkan dari arah sebaliknya kita cari dulu orangnya baru kemudian kita cocokkan dengan keluarga kita,,kalo cocok Alhamdulillah,,kalo ga cocok,, diusahakan dicocok2in kalo masih ga cocok juga,, konsekuensi terberat pun terjadi, kita secara tidak langsung harus memilih antara pasangan kita dan keluarga kita,, tidak harus pisah atau cerai,, tetapi biasanya yang terjadi adalah ketika ada acara di keluarga kita,, pasangan kita tidak mau ikut dengan berbagai alasan.

Kalo masalah ngomong ke keluarga,,mungkin ini sesuatu bagi sebagian orang cukup sulit,,tetapi kalo dipikir-pikir,, dan ditelaah lebih mendalam faktor utama yang menyebabkan kita merasa canggung ketika ngomong ke keluarga adalalah faktor kesiapan. Mengapa?? Karena kita memang belum siap,, banyak pikiran2 yang menghantui,, takut ditanyain ini-itu,, sama kayak kita minta uang ke bokap tapi masih di tengah bulan,, kita pasti bakalan takut dan akhirnya timbul kekhawatiran yang sebenarnya itu berasal dari diri kita sendiri. Beda kalo kita memang secara visi,misi, dan tujuan yang sudah siap ditunjang dengan raga dan materi yang kuat pula, maka kita akan pede berbicara dengan orang tua kita maupun orang tua calon kita. Pada dasarnya semua orang tua sama,, ingin segera melihat anaknya menikah, melihat anaknya melewati sebuah milestone dalam hidup yaitu nikah. Orang tua yang normal tidak akan menghalang-halangi anaknya menikah,, apalagi mungkin dengan seseorang yang secara kesiapan sudah matang.

Nah mungkin itu kurang detail,, daripada ada sms yang minta yang lebih detil,,langsung aja gw coba menceritakan proses ngomong yang lebih detil (sekali lagi cuma pandangan gw). Yang pertama mungkin gw coba ceritain kalo ngomong ke orang tua sendiri,, atau keluarga kita. Ketika kita akan membicarakan masalah ini ke keluarga kalau bisa dalam kondisi yang full team (kumpul semua), kondisikan forum itu merupakan forum yang serius,, yang akan membahas masa depan kita,, sebenarnya terserah sih mo forum serius apa ga :D , tergantung tipe masing2 keluarga,, pas udah ngumpul semua,, kita utarakan maksud kita , “Pa,ma……kumbang (sebut saja kumbang) secara raga, ilmu, maupun materi udah waktunya untuk menggenapkan separuh agama, dan InsyaAllah kumbang udah siap, calon kumbang insyaAllah blablabla…. ” (lanjutin sendiri, intinya kita harus menjelaskan secara detail profile calon kita). Kalo ada pertanyaan habis kita presentasi (ngomong ke keluarga) wajar aja kan,, yang terpenting adalah kesiapan kita,, kalo kita udah memiliki konsep yang matang, maka kita akan mudah melaluinya.

Kalo masalah ngomong ke calon mertua,, harus ada kerjasama ama calon kita,, dia harus udah ngejelasin semua profile kita secara lengkap. Pas kita datang ke rumahnya,, gw yakin semua orang tau pasti mikir,, “oh ini,, calon menantu gw” dan dia juga sebenarnya menunggu keberanian lw untuk ngomong ke dia soal hubungan kalian. Mungkin kalo di bayangan gw ilustrasinya kayak gini. Pertama kita kerjasama ama calon kita buat menentukan waktu yang paling tepat buat ngomong,, jangan pas lagi sibuk,, atau pas lagi pergi :D . Setelah dapat waktu yang direncanakan kita akhirnya ketemu. Kita pas ketemu juag harus tau juga detil dari camer kita ini, biar kalo ngomong nyambung,, di buka dengan cerita2 dikit……bla bla…tiba pada suatu momen dimana kita ngomong “pak, saya ingin serius dengan mawar (sebut saja mawar), insyaAllah saya sudah siap”. Habis itu gw sendiri ga tau pembicarannya kayak gimana,, pada akhirnya sih kita harus bilang kapan orang tua dan keluarga kita bakalan nyamperin rumah dia buat ngelamar :

Mungkin itu yang gw tau,, gw ga begitu ngerti kalo soal beginian,, yang menjadi patokan gw sih,, gw yakin orang tua dari calon kita tanpa kita harus mengutarakan sebenarnya udah tau maksud kita,, apalagi kita udah umur2 yang emang udah sepantasnya untuk menikah. Tapi ilustrasi diatas cuma salah satu dari berbagai macam cara,, ada yang ngomongnnya lewat ustadz so kita tinggal memastikan aja. Atau bisa juga emang orang tua langsung yang ngomong (kalo misalnya kita dijodohin), atau gara2 udah akrab banget ama calon mertuanya udah pacaran lama jadinya mungkin lebih nyantai. Kita sendirilah yang bisa menilai.

Oh ya,, yang menghambat dalam proses ini mungkin bukan karena dari orang tua sendiri,, misalnya mitos di sebagian adat (jawa misalnya),, ga boleh nikah selama masih ada kakak perempuan yang belum nikah,, atau malah gara2 weton yang katanya ga cocok atau apapun itulah,, tapi sebagai muslim yang taat kita harus bisa menghindarkan diri pada perbuatan syirikdan harus bisa mencari win2 solution dimana kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan tanpa harus menyakiti hati orang tua kita :D . Misalnya untuk kasus weton,, bilang aja “oh itu bukan tanggal lahir aslinya pak,, tanggal lahir aslinya tanggal X bulan YY tahun RSTU (kita cari aja tanggal yang menurut mereka cocok ama kita heheheh….beress). Ok mungkin itu aja,, soalnya gw ga begitu paham detailnya,, dari pengalaman ngelihat bokap gw sih kayak gitu,,,

NB : Bol, postingan ini dedicated for u (Abol a.k.a Benc*ng a.k.a Gian adalah lulusan FT ITB angkatan 2004 yang sekarang bekerja sebagai karyawan PT. P (huruf P dengan 3 warna, di bagian EP,,cita2nya jadi direktur hulu,, amiiiinnn)

Postingan gw selanjutanya kemungkinan bertema “ IMPLEMENTASI MARKETING DALAM KEHIDUPAN KITA” baca terus blognya anas yaaa… :D heheheheh… don’t miss it….stay tuned (kayak radio)…. and tongkrongin terussss…..

13 comments January 16, 2009

Masih soal Nikah!!

Kemarin malem (tanggal 12 Jan 09) ada sms masuk ke hape gw,, intinya minta langkah2 persiapan yang lebih detail mengenai nikah. Hmmm…sebenarnya buat gw ga gampang nulis kayak begini,,disamping mungkin gw bukan orang yang jago masalah kayak begini,,gw juga bukan orang yang berpengalaman,, dan hal2 yang menyangkut nikah ini,, murni dari pemikiran gw aja…(tentunya pemikiran gw setelah membaca buku, dan mengamati hal2 yang ada di sekitar gw). Ok  lah sobat,, gw coba untuk menguraikan apa yang ada di pikiran gw about persiapan nikah.

Ada beberapa hal yang meski kita persiapkan sebelum menikah antara lain kesiapan raga,, ilmu, maupun finansial.

Yang pertama menyangkut raga,, sebenarnya parameter kesiapan secara raga ini paling mudah,,karena secara perkembangan manusia kita pasti akan mengalaminya. Apa yang dimaksud dengan kesiapan raga?? Dari berbagai buku yang saya baca,, kesiapan raga ini hanya sebatas baligh dan sebagai laki-laki dan seorang suami sudah mampu untuk menjalankan kewajibannya secara biologis,, jujur aja gw bingung ngomongnya,, bingung mencari kata2 yang tepat…tapi intinya itu lah… :D dan mungkin kalo seorang cewek balignya kalo udah menstruasi. Secara raga memang cuma itu kesiapan yang dibutuhkan. Mengenai perut sixpack, berotot, bebas jerawat,, dan berat badan ideal itu bisa juga sih dimasukkan ke dalam kesiapan raga,, tapi itu sih terserah lw aja,,dan saya sarankan jangan dimasukkan ke dalam tahapan kesiapan secara raga. Apalagi warna kulit juga dimasukkan…orang2 kayak gw kalo nunggu putih baru nikah…hmmm…bisa ga nikah seumur-umur. Ok mungkin cukup segitu tentang kesiapan raga.

Kesiapan secara finansial. Ini menjadi syarat kedua dalam menikah dan harus benar2 dipersiapkan. Dalam menikah kata “mampu” diterjemahkan secara raga yang udah gw bahas di paragrap sebelumnya dan memiliki penghasilan. Disini yang perlu ditekankan adalah kata penghasilan. Jadi syarat mampunya bukan sudah bekerja,, tetapi berpenghasilan,, mungkin dari katanya kita udah tau lah perbedaan memiliki penghasilan dan memiliki pekerjaan. Nah kemudiaan kembali lagi kenapa kita harus mempersiapkan finansial. Ini juga pasti kita tahu sebabnya. Yang pertama kalo sebagai cowok hal-hal yang akan membutuhkan pengeluaran cukup besar sehingga kita memang dituntut untuk memiliki kesiapan finansial antara lain:

Untuk pengeluaran mahar calon istri kita,, yah sebagai cowok sudah sepantasnya kita memberikan yang terbaik untuk istri kita,,Rosulullah aja memberikan mahar ke Khadijah 100 unta merah,, katanya sih 1 unta merah = 1 mobil, kebayang ga kalo ngasih 100 mobil,, bukannya nyamain secara kuantitas,, tetapi secara makna mungkin mari berikan yang terbaik untuk calon istri kita,, titik semaksimal mungkin lah. So,, berarti kita emang harus mengalokasikan dana untuk itu,, ya ga??

Pas walimah,, nah ini juga diperlukan uang yang cukup gede juga walaupun orang tua biasanya menanggung biayanya,, tetapi alangkah baiknya kalo kita memang mencoba untuk jangan berharap dulu,, jadi kita juga harus mengalokasikan dana untuk itu. Nah,,ini juga mungkin yang sangat penting karena jangan sampai kita menargetkan kita akan melakukan resepsi seperti apa,, misalnya kita pengen nikah di SABUGA,, atau di senayan city,,dengan mengundang artis hollywood dan bollywood. Gara-gara menarget kayak begini yang terjadi kita bakalan menunda-nunda nikah kita,, kalo bisa jangan sampai seperti ini. Trus satu hal yang menjadi fenomena di masyarakat,,yaitu menjadikan resepsi nikah sebagai arena menuai keuntungan lewat angpao2. Kadang2 kita sadar atau ga ketika ada undangan nikah yang terpikir oleh sebagian bukannya rasa syukur,,malah “waduh,, pengeluaran lagi nih”. So,, untuk meminimalisir ini alangkah baiknya jika acara2 walimahan kita kembalikan ke tujuan sebenarnya,, yaitu rasa syukur kepada Allah dengan mengundang teman dan kerabat yang kemudian kita jamu semampu kita dengan keikhlasan kita tanpa ada balasan dari tamu yang kita undang. Hal ini menjadi penting,, karena seperti kita tahu,,hampir di setiap resepsi terjadi rebutan makanan,, bukannya suudzon, tetapi entah kita sadari atau ga hal semacam ini hampir sama dengan kita makan di restoran all u can eat. Pasti sebagian orang berpendapat,, wah gw udah ngasih angpao 100rb nih,,gw juga harus makan minimal senilai segitu biar ga rugi :D Nah lho,,kalo udah kayak gini apa bedanya walimahan kita dengan restoran all u can eat. Trus ada juga yang datengnya kesiangan ngeluh “Wah,,rugi nih gw,,ga dapet makan apa2”. Hal ini tentu aja akan menyebabkan berkurangnya nilai dari walimahan kita iya ga??

Kembali lagi berarti kita emang harus punya target walimah seperti apa yang kita inginkan dan sekaligus nyari informasi,, yang feasible dengan kemampuan kita yang kayak gimana. Kalo udah tau kisaran berapa,, mulai deh kita nabung. Misalnya kita target nikah 2 tahun lagi,, sebulan nabung misal 2 juta per bulan ntar pas nikah kita punya 48 juta,,8 juta buat mahar 35 buat resepsi (sekali lagi ini cuma misal,, jujur aja gw juga belum nabung buat ini :D ). Ini sebenarnya itung2an secara matematis manusia,, kalo soal rejeki dari matematis Allah 2juta per bulan 2 tahun bisa jadi 60, 80 atau 100 juta,, silahkan buktikan sendiri. Apalagi kita menabung untuk menjalankan perintahNya. Setelah menikah,, kita mo tinggal dimana?? Nah jangan sampai uang kita habis setelah walimahan,,kita juga harus mempersiapkan hal2 yang mendasar di awal2 pernikahan,, rumah untuk kita dan pasangan (kalo bisa hindari rumah mertua permai) mending kontrak,, alat2 kebutuhan sehari-hari, piring sendok, kasur, hal2 kayak gitu lah. Nah itu mungkin persiapan secara finansial,, untuk orang2 kayak gw mungkin satu2 cara ya emang nabung. Kalo yang bergerak di bidang wiraswasta (pengusaha) ya harus memperbanyak proyek and order :D .

Trus persiapan terakhir adalah persiapan secara ilmu. Ketiga kesiapan ini raga, finansial, ilmu adalah fungsi AND jadi ketiganya harus ada secara bersama-sama,,tidak bisa yang satu dianggap lebih penting dibanding yang lain. Sekarang ke arah persiapan ilmu. Yang menjadi pertanyaan ilmu seperti apa yang harus kita siapkan pada saat akan menikah,, dalam otak gw kalo pengen nikah ilmu-ilmu atau sesuatu hal yang harus gw tahu antara lain :

- Bagaimana menjadi seorang suami yang baik

- Bagaimana mencari pasangan yang baik

- Bagaimana membentuk keluarga sakinah mawaddah warahmah

- Sunnah rosul tentang menikah

- Hal-hal yang halal dan haram dalam nikah

- Bagaimana membahagiakan istri

- Bagaimana bergaul dengan keluarga baru

- Bagaimana bersikap dengan mertua

- Bagaimana mendidik anak

- Bagaimana membagi peran dan tugas dalam keluarga

- Masalah-masalah yang biasa muncul dan bagaimana menyelesaikannya

- Bagaimana menjaga komitmen

- Bagaimana mengatur emosi

- Bagaimana memahami seorang wanita (istri)

- Dsb

Nah kalo misalnya kita target nikah 2 tahun lagi,,ayo mumpung sempat kita harus banyak membaca dan bertanya mengenai hal2 yang wajib kita tahu. Nah kalo ketiganya kita udah mampu sudah wajib hukumnya untuk menikah….yang udah nikah doakan orang yang belum menikah ini untuk segera menyusul.

Sekali lagi tulisan ini buat temen gw yang sms minta ditulisin hal yang lebih detail,,semoga bermanfaat. Buat someone yang sms (n gw ga tau sp) minta pendapat gw tentang how should women and men respect each other,, insyaAllah kalo ada waktu gw tulis.

NB : Sekali lagi gw ini baru sebatas apa yang gw pikirkan,,..dan gw rencanakan,,semoga aja bisa sesuai,,mohon doanya.

6 comments January 14, 2009

Ngomongin Nikah?? lagi??

Hari minggu sore tiba2 ada sms masuk (setelah seharian ga ad sms) dari seorang teman (co) sms, “Nas, nulis di blog tentang tahapan-tahapan persiapan nikah dong”

Dalam hati gw, hah!!siapa gw? Apa kompetensi gw masalah kayak beginian,,nikah aja belum masak udah nulis kayak beginian. Trus gw bales aja, “Waduh, gw kan belum nikah masak nulis persiapan nikah?”, trus balesannya cukup menarik “Kan nulis tentang persiapan nikah,, bukan nulis tentang nikah”, dipikir-pikir bener juga kalo persiapan nikah bisa masuk dalam scope gw , kan kita semua harus mempersiapkan nikah :D ,, bener juga tuh bocah.

Yah untuk mengabulkan keinginan temen gw akhirnya gw nulis juga, sekali lagi nulis tentang hal kayak begini,, ini sebatas apa yang gw pikirkan,, tidak ada bener dan salah,, gw yakin tiap orang punya pandangan sendiri tentang hidupnya, tentang cara dan jalan hidup yang bakalan dia lalui.

Gw kalo denger kata nikah hal-hal yang terbersit :

- Menggenapkan agama

- Menjalankan sunnah rosulullah

- Menggabungkan dua kepribadian dan dua keluarga besar

- Mewujudkan visi dan misi hidup

- Menentramkan hati

- Menghindarkan diri dari maksiat

- Membentuk keluarga islam

- Timbul masalah

- Menyelesaikan masalah

- Mengurangi ego

- Cewek idaman

Hal-hal diatas mungkin sebagian hal yang terpikirkan pada saat mendengar kata nikah. Hal-hal semacam ini mungkin dianggap kurang penting,, tapi hal2 yang pertama kali kita pikirkan pada saat mendengar suatu kata adalah mainframe kita akan kata tersebut. Itulah definisi secara tidak langsung dari suatu kata. So, klo kita mendengar suatu kata dan tidak ada stimulus-stimulus ke otak dan kita tidak bisa menerjemahkan kata tersebut, bisa dipastikan kita emang tidak tahu apa maksud kata tersebut,, atau mungkin tidak kenal dengan kata tersebut.

Kembali lagi ke soal nikah,, mungkin ini suatu hal yang masih berupa teori buat gw tapi walaupun masih dalam tahap teori orang2 seumuran gw sudah masuk dalam tahap persiapan dalam nikah. Orang-orang seumuran gw emang ga bisa menafikkan itu. Ketika secara raga kita sudah mampu,, secara penghasilan sudah ada, dan secara ilmu sudah punya,, maka tinggal menjalankannnya. Tetapi semua itu diperlukan sebuah persiapan, sebuah tarbiyah yang harus kita lalui.

Seperti postingan gw sebelumnya,, nikah memang seperti sebuah pelayaran dimana harus ada visi misi dan tujuan dari pelayaran tersebut,, dan harus ada awak kapal yang secara solid, kompak, dan saling memahami akan peran masing-masing dalam mencapai tujuan yang akan dicapai, jika tidak maka perahu akan terombang-ambing oleh ombak entah kemana,, dan berlabuh entah dimana. Atau bisa terjadi perpecahan pada awak kapal seandainya terjadi perbedaan tujuan,, atau karena awak kapal yang tidak solid menyebabkan perahu hancur dan karam karena badai dan ombak yang menerjang.

Sebagian orang memang yang berpendapat take it easy and goin with wind blow,, hal semacam ini ibaratnya seperti perahu yang berlayar tanpa tujuan,, tujuan utamanya ya berlayar, ketika dia sampai di sebuah pulau atau daratan dia tidak bisa membedakan antara terdampar dan berlabuh. Karena dia memang tidak punya tujuan. Kata terdampar digunakan jika sebuah perahu yang bertujuan di tempat A ternyata malah di tempat B,, maka dia akan mengatakan terdampar di tempat B. Tapi jika sebuah perahu berlayar tanpa tujuan maka entah di tempat A atau tempat B sama saja buat dia.

So, ngomong2 soal persiapan sebagai seorang laki-laki sudah sepantasnya kita memikirkan visi, misi dan tujuan hidup dari sekarng,, keluarga seperti apa yang akan kita bangun pada nantinya,, kemana tujuan kita. Kita harus mempersiapkan ilmu-ilmu tentang menikah dan berumah tangga dari sekarang,, baik ilmu secara psikologis dalam berumah tangga,,ilmu syari tentang menikah,,sunnah2nya,,larangan2nya,, ilmu dalam bermasyarakat, baik secara agama maupun secara universal. Karena ketika kita menikah nanti kita sudah benar2 terjun ke dalam masyarakat. Kita punya KK sendiri, menjadi kepala rumah tangga,, udah ga nebeng ama bokap nyokap lagi.

Atau mungkin kita menurunkan visi, misi dan tujuan nikah kita menjadi parameter2 yang bisa menjadi tolok ukur sejauh mana keberhasilan kita dalam mencapai visi dan misi tersebut. Mungkin tidak gampang, tapi kayaknya emang harus kita lakukan biar kita bisa melakukan evaluasi.

Ada satu hal yang sangat penting dalam menikah dan menjadi syarat wajib dan mutlak adanya pernikahan,, yaitu CEWEK IDAMAN :D heheheheeheh….. buat para ce mungkin co idaman, yang nantinya bakalan menjadi pasangan kita. Yang akan menjadi awak kapal dari perahu yang kita nakhodai :D

Gw kelihatan lancar banget nulis yang bagian atas,, giliran yang bagian ini,,hehehe…cukup susah juga ngomongnya. Gw termasuk orang yang memiliki jam terbang yang kurang kalo ngebahas soal ce. Amat sangat tidak berpengalaman :D

Selama ini yang menjadi permasalah dalam persiapan menikah adalah mencari pasangan yang terbaik buat kita,, kita tidak pernah tahu siapa yang terbaik buat kita, dan kita juga tidak pernah tahu siapa jodoh kita.

Ada sebagian temen yang berpendapat :

“Jodoh itu ada di tangan tuhan,,dan selama kita tidak menjemputnya bakalan di tangan tuhan terus”

“Kita harus berusaha untuk menjemput jodoh kita”

Dari dua quote diatas ada kata “usaha” disana,, hal ini menimbulkan pertanyaan lagi,, sejauh apa usaha yang bisa kita lakukan.

Sebagian temen-temen mungkin berpendapat, ya jelas kata “usaha” tersebut diterjemahkan dengan action,

mencari kenalan – pedekate – deket - pacaran – ketemu keluarga - kalo cocok nikah,,

Atau mungkin,

ke ustad minta dikenalin – taaruf - ketemu – ketemu keluarga – kalo cocok nikah

atau yang “taaruf”

kenal – pedekate – deket – “taaruf” – ketemu keluarga – kalo cocok menikah

ket :

“taaruf” : biasanya orang2 yang menganggap pacaran itu tidak boleh tapi dia pengen pacaran,, so akhirnya dia menamakan hubungan yang dia lakukan adalah “taaruf”,, orang-orang semacam ini tidak mau dikatakan pacaran,, tetapi hal-hal yang dilakukan sama persis dengan orang2 pacaran :D bingung ga?? berkhalwat,, makan bareng,, ke masjid bareng,, datang pengajian bareng,, rapat bareng,, some kind like that lah :D

Taaruf : nah ini yang sebenar-benar taaruf,, bertukar CV,, mencari informasi dari keluarga,, dari ustadz nya,, atau kalau emang sudah kenal mereka tidak berkhalwat.

Kalo gw sendiri ditanya mo milih jalur yang seperti apa,,jujur aja gw masih bingung tapi gw prefer mencari sendiri,,kalopun tidak mencari minimal sudah kenal orang tersebut tau track recordnya,,dan gw juga nyarinya pas di saat gw bener2 siap menikah, ketika secara spiritual dan material gw udah siap.

So kalo kembali ke soal usaha,, usaha menurut gw bukan berarti harus pacaran,, tetapi lebih kearah bagaimana sikap kita,, buat gw sekarang usaha yang paling mungkin adalah mentarbiyah diri dan menabung. 1-2 tahun lagi setelah secara ilmu udah mumpuni dan secara materi gw ada,, baru looking around,, beritakan kepada semua channel dan link bahwa gw siap menikah dan mencari pasangan idaman,, dari sana looking around,, selection, berbagi visi misi dan tujuan,, kalo ada yang KLIK,, InsyaAllah disegerakan untuk menggenapkan agama. Inti dari semuanya adalah waktu…terlalu lama waktu kita dalam bertaaruf, “bertaaruf”, ataupun pacaran menyebabkan setan-setan akan lebih mudah untuk menggoda kita,, hati kita akan tercemar, pikiran kita akan ternodai, dan barokah yang akan kita cari dalam pernikahan juga akan berkurang. Inilah yang mungkin harus menjadi perhatian kita.

So,, bagi orang2 semacam gw,,sante aja…jodoh ga usah dicari,,jodoh seperti halnya mati, lahir, dan rejeki kita,, mutlak rahasia Allah,, dan selalu ingat lah bahwa jodoh kita tidak hanya di dunia saja,,melainkan kita punya akherat…bisa jadi jodoh kita memang berada disana. Kata usaha buat gw,,ketika memang udah ada seseorang yang tiba2 klik di hati,, maka usaha kita adalah membangun visi misi,, ketemu orang tuanya,, melamarnya,, mengenalkan keluarga kita…dan menyegerakan walimah,,itu lah makna “usaha” buat gw…

OK,, mungkin itu pendapat gw tentang persiapan nikah….

Buat seorang teman yang sudah mengirim sms….tulisan ini gw persembahkan buat lo….ga usah kuatir about jodoh,, ga perlu risau….ga perlu menghabiskan pikiran kita, dan menyebabkan produktivitas kita terhambat…ga perlu menyebabkan kita tidak mempercayai Allah (naudzubillah)…Allah akan memberikan yang terbaik buat hambanya….

“Ketika yang terbaik masih menjadi rahasia,, dan kita selalu bertanya-tanya….maka usaha dan doa jawabanNya”

Nb : tulisan ini bukan berarti gampang bisa gw jalani,,tapi gw berharap ketika suatu saat gw lupa dan khilaf dan menjalani di luar apa yang gw tulis…ada orang2 yang bakalan mengingatkan gw,, yaitu kalian ….so,,ingetin gw ya kalo gw khilaf”

10 comments January 12, 2009

Baca2 Blog Orang

Malam minggu kemarin seperti malam-malam biasanya,,sendirian di kosan, mati gaya ga ada kerjaan… heheheh…tapi gimana lagi itu sudah menjadi pilihan gw. Buat sebagian orang mungkin malem minggu bisa menjadi malem yang dinanti-nantikan,, sebenarnya sama sih…tapi bukan malam minggu yang sebenarnya gw tungguin,,tapi hari sabtu. Why?? Tentu aja,, hari sabtu kan libur… bisa istirahat,, tidur, baca2 buku, atau sok2an ke mall menarget barang2 yang pengen dibeli,, sekali lagi cuma MENARGET. Yah tau sendirilah secara penghasilan masih pas2an :D ,,jadinya ya gitu, ke mall bukannya beli sesuatu tapi cuma ngelist barang yang pengen dibeli sambil ngebayangin enaknya kalo misalnya udah punya barang tersebut :D hehehehe…. Agak aneh emang,,tapi kadang2 ini berguna juga.

Balik lagi ke malem minggu kemaren,, gw sendirian di kosan,, finally nyikat modem temen buat ngenet. Berhubung kangen ama temen2 kuliah hal yang pertama yang gw buka adalah blog temen2 kuliah.

Buka blognya alfian wah masi sama belum ada penambahan, padahal denger2 ni bocah lagi sakit, pengen tau aja,,kali aja dia curhat about sakitnya diblog…ternyata masi sepi. Alfi ini mantan bos gw di himpunan,, tapi termasuk komplotan jawa di FT04 kita bersekongkol menjawakan FT04 , tapi berhubung jumlah orang jawa di FT04 boleh dibilang sedikit yah terpaksa de…gagal kita,,malah kata2 jorok doang yang dipelajari anak2… semisal danc*k, A*u, ah emang cepet otaknya bocah2 kalo hal2 beginian.

Trus lanjut ke blognya opiq,,hmmm..lumayan ada hal baru,,ada evaluasi 2008 dan resolusi 2009,, nice resolusi n evaluasi. Sepertinya tahun 2008 merupakan tahun yang membahagiakan sekaligus menyedihkan buat dia,,but it’s ok lah piq always semangat,, karena kita tidak pernah tau apa yang terbaik buat kita.

Lanjut ke blog resha,,tidak ad yang baru,,resha ini temen di pengurus himpunan dan mantan bos gw di mabin :D . Orangnya kalem, ga enakan, masih cukup muda,, secara dia emang lahir tahun 87 :D (dia yang muda apa gw yang tua yah…ah tauu laaahh).

Trus baca blognya saudara “sewarna” gw :D Mr. Andika Perdana putera,, ada yang baru disana postingan liriknya Avenged Sevenfold yang “dear god”. Nice posting, gara2 baca postingan dia jadi pengen dengerin lagu ini lagi,,n finally gw buka lagi file2 mp3 bajakan gw . Jujur aja, baru nyadar gw nih lagu liriknya dalem juga, secara selama ini kalo dengerin lagu bule kayak dengerin orang ngomong di telpon yang sinyalnya putus nyambung,, bego emang… :D But,, gara2 postingan si blek ini gw jadi berusaha memahami lirik lagu ini,, dalem banget,, pas banget kalo kita dengerin lagu ini pas lagi di jalan,,naek kreta misalna…sambil ngeliat ke jendela… dengerin pas liriknya

A lonely road, crossed another cold state line

Miles away from those I love

Purpose hard to find

While I recall all the words you spoke to me

Can’t help but wish that I was there

Back where I’d love to be, oh yeah

Kayaknya pas banget,, apalagi yang udah punya ce atau yang udah ga single lagi, gw yang single aja mikir kayak gitu. Mungkin kalo gw mikirnya bukan tentang pasangan gw, tetapi memikirkan bagaimana nantinya kalo misalnya udah punya pasangan trus kita harus pergi kemana meninggalkan dia di rumah sendirian. Bagaimana pikiran itu seperti buah simalakama kalo ga pergi kita ada kewajiban dari pekerjaan kita,, sedangkan kalo kita tinggal hmmm… kesepian. Tapi itu mungkin sebuah konsekuensi.

Nice post lah…thanks to bleko :D

Ngomong soal2 bleko,, dia adalah salah satu orang2 cerdas di FT04, supel, baek, soal warna kulit…kita sebenarnya hampir sama,,yang membedakan kita adalah siapa yag ngatain duluan,, kalo dia ngatain dia duluan berarti gw lebih item dari dia,,demikian sebaliknya :D

Kalo ngomongin masa lalu emang ga ada habisnya…itu sudah menjadi bagian dari hidup kita yang tidak mungkin terlepaskan,, mau2 tidak mau suka tidak suka kita sudah melewatinya,, yang terpenting bukannya menyesali masa lalu,, tapi bagaimana sikap kita di saat sekarang dan masa depan setelah melihat kenyataan masa lalu iya ga??

For FT04 ITB proud to be part of you……

2 comments January 12, 2009

Previous Posts


Categories

  • Blogroll

  • Feeds