Ngomongin Nikah?? lagi??

January 12, 2009 at 2:48 am 13 comments

Hari minggu sore tiba2 ada sms masuk (setelah seharian ga ad sms) dari seorang teman (co) sms, “Nas, nulis di blog tentang tahapan-tahapan persiapan nikah dong”

Dalam hati gw, hah!!siapa gw? Apa kompetensi gw masalah kayak beginian,,nikah aja belum masak udah nulis kayak beginian. Trus gw bales aja, “Waduh, gw kan belum nikah masak nulis persiapan nikah?”, trus balesannya cukup menarik “Kan nulis tentang persiapan nikah,, bukan nulis tentang nikah”, dipikir-pikir bener juga kalo persiapan nikah bisa masuk dalam scope gw , kan kita semua harus mempersiapkan nikah😀,, bener juga tuh bocah.

Yah untuk mengabulkan keinginan temen gw akhirnya gw nulis juga, sekali lagi nulis tentang hal kayak begini,, ini sebatas apa yang gw pikirkan,, tidak ada bener dan salah,, gw yakin tiap orang punya pandangan sendiri tentang hidupnya, tentang cara dan jalan hidup yang bakalan dia lalui.

Gw kalo denger kata nikah hal-hal yang terbersit :

Menggenapkan agama

Menjalankan sunnah rosulullah

Menggabungkan dua kepribadian dan dua keluarga besar

Mewujudkan visi dan misi hidup

Menentramkan hati

Menghindarkan diri dari maksiat

Membentuk keluarga islam

Timbul masalah

Menyelesaikan masalah

Mengurangi ego

Cewek idaman

Hal-hal diatas mungkin sebagian hal yang terpikirkan pada saat mendengar kata nikah. Hal-hal semacam ini mungkin dianggap kurang penting,, tapi hal2 yang pertama kali kita pikirkan pada saat mendengar suatu kata adalah mainframe kita akan kata tersebut. Itulah definisi secara tidak langsung dari suatu kata. So, klo kita mendengar suatu kata dan tidak ada stimulus-stimulus ke otak dan kita tidak bisa menerjemahkan kata tersebut, bisa dipastikan kita emang tidak tahu apa maksud kata tersebut,, atau mungkin tidak kenal dengan kata tersebut.

Kembali lagi ke soal nikah,, mungkin ini suatu hal yang masih berupa teori buat gw tapi walaupun masih dalam tahap teori orang2 seumuran gw sudah masuk dalam tahap persiapan dalam nikah. Orang-orang seumuran gw emang ga bisa menafikkan itu. Ketika secara raga kita sudah mampu,, secara penghasilan sudah ada, dan secara ilmu sudah punya,, maka tinggal menjalankannnya. Tetapi semua itu diperlukan sebuah persiapan, sebuah tarbiyah yang harus kita lalui.

Seperti postingan gw sebelumnya,, nikah memang seperti sebuah pelayaran dimana harus ada visi misi dan tujuan dari pelayaran tersebut,, dan harus ada awak kapal yang secara solid, kompak, dan saling memahami akan peran masing-masing dalam mencapai tujuan yang akan dicapai, jika tidak maka perahu akan terombang-ambing oleh ombak entah kemana,, dan berlabuh entah dimana. Atau bisa terjadi perpecahan pada awak kapal seandainya terjadi perbedaan tujuan,, atau karena awak kapal yang tidak solid menyebabkan perahu hancur dan karam karena badai dan ombak yang menerjang.

Sebagian orang memang yang berpendapat take it easy and goin with wind blow,, hal semacam ini ibaratnya seperti perahu yang berlayar tanpa tujuan,, tujuan utamanya ya berlayar, ketika dia sampai di sebuah pulau atau daratan dia tidak bisa membedakan antara terdampar dan berlabuh. Karena dia memang tidak punya tujuan. Kata terdampar digunakan jika sebuah perahu yang bertujuan di tempat A ternyata malah di tempat B,, maka dia akan mengatakan terdampar di tempat B. Tapi jika sebuah perahu berlayar tanpa tujuan maka entah di tempat A atau tempat B sama saja buat dia.

So, ngomong2 soal persiapan sebagai seorang laki-laki sudah sepantasnya kita memikirkan visi, misi dan tujuan hidup dari sekarng,, keluarga seperti apa yang akan kita bangun pada nantinya,, kemana tujuan kita. Kita harus mempersiapkan ilmu-ilmu tentang menikah dan berumah tangga dari sekarang,, baik ilmu secara psikologis dalam berumah tangga,,ilmu syari tentang menikah,,sunnah2nya,,larangan2nya,, ilmu dalam bermasyarakat, baik secara agama maupun secara universal. Karena ketika kita menikah nanti kita sudah benar2 terjun ke dalam masyarakat. Kita punya KK sendiri, menjadi kepala rumah tangga,, udah ga nebeng ama bokap nyokap lagi.

Atau mungkin kita menurunkan visi, misi dan tujuan nikah kita menjadi parameter2 yang bisa menjadi tolok ukur sejauh mana keberhasilan kita dalam mencapai visi dan misi tersebut. Mungkin tidak gampang, tapi kayaknya emang harus kita lakukan biar kita bisa melakukan evaluasi.

Ada satu hal yang sangat penting dalam menikah dan menjadi syarat wajib dan mutlak adanya pernikahan,, yaitu CEWEK IDAMAN 😀 heheheheeheh….. buat para ce mungkin co idaman, yang nantinya bakalan menjadi pasangan kita. Yang akan menjadi awak kapal dari perahu yang kita nakhodai😀

Gw kelihatan lancar banget nulis yang bagian atas,, giliran yang bagian ini,,hehehe…cukup susah juga ngomongnya. Gw termasuk orang yang memiliki jam terbang yang kurang kalo ngebahas soal ce. Amat sangat tidak berpengalaman😀

Selama ini yang menjadi permasalah dalam persiapan menikah adalah mencari pasangan yang terbaik buat kita,, kita tidak pernah tahu siapa yang terbaik buat kita, dan kita juga tidak pernah tahu siapa jodoh kita.

Ada sebagian temen yang berpendapat :

“Jodoh itu ada di tangan tuhan,,dan selama kita tidak menjemputnya bakalan di tangan tuhan terus”

“Kita harus berusaha untuk menjemput jodoh kita”

Dari dua quote diatas ada kata “usaha” disana,, hal ini menimbulkan pertanyaan lagi,, sejauh apa usaha yang bisa kita lakukan.

Sebagian temen-temen mungkin berpendapat, ya jelas kata “usaha” tersebut diterjemahkan dengan action,

mencari kenalan – pedekate – deket – pacaran – ketemu keluarga – kalo cocok nikah,,

Atau mungkin,

ke ustad minta dikenalin – taaruf – ketemu – ketemu keluarga – kalo cocok nikah

atau yang “taaruf”

kenal – pedekate – deket – “taaruf” – ketemu keluarga – kalo cocok menikah

ket :

“taaruf” : biasanya orang2 yang menganggap pacaran itu tidak boleh tapi dia pengen pacaran,, so akhirnya dia menamakan hubungan yang dia lakukan adalah “taaruf”,, orang-orang semacam ini tidak mau dikatakan pacaran,, tetapi hal-hal yang dilakukan sama persis dengan orang2 pacaran😀 bingung ga?? berkhalwat,, makan bareng,, ke masjid bareng,, datang pengajian bareng,, rapat bareng,, some kind like that lah😀

Taaruf : nah ini yang sebenar-benar taaruf,, bertukar CV,, mencari informasi dari keluarga,, dari ustadz nya,, atau kalau emang sudah kenal mereka tidak berkhalwat.

Kalo gw sendiri ditanya mo milih jalur yang seperti apa,,jujur aja gw masih bingung tapi gw prefer mencari sendiri,,kalopun tidak mencari minimal sudah kenal orang tersebut tau track recordnya,,dan gw juga nyarinya pas di saat gw bener2 siap menikah, ketika secara spiritual dan material gw udah siap.

So kalo kembali ke soal usaha,, usaha menurut gw bukan berarti harus pacaran,, tetapi lebih kearah bagaimana sikap kita,, buat gw sekarang usaha yang paling mungkin adalah mentarbiyah diri dan menabung. 1-2 tahun lagi setelah secara ilmu udah mumpuni dan secara materi gw ada,, baru looking around,, beritakan kepada semua channel dan link bahwa gw siap menikah dan mencari pasangan idaman,, dari sana looking around,, selection, berbagi visi misi dan tujuan,, kalo ada yang KLIK,, InsyaAllah disegerakan untuk menggenapkan agama. Inti dari semuanya adalah waktu…terlalu lama waktu kita dalam bertaaruf, “bertaaruf”, ataupun pacaran menyebabkan setan-setan akan lebih mudah untuk menggoda kita,, hati kita akan tercemar, pikiran kita akan ternodai, dan barokah yang akan kita cari dalam pernikahan juga akan berkurang. Inilah yang mungkin harus menjadi perhatian kita.

So,, bagi orang2 semacam gw,,sante aja…jodoh ga usah dicari,,jodoh seperti halnya mati, lahir, dan rejeki kita,, mutlak rahasia Allah,, dan selalu ingat lah bahwa jodoh kita tidak hanya di dunia saja,,melainkan kita punya akherat…bisa jadi jodoh kita memang berada disana. Kata usaha buat gw,,ketika memang udah ada seseorang yang tiba2 klik di hati,, maka usaha kita adalah membangun visi misi,, ketemu orang tuanya,, melamarnya,, mengenalkan keluarga kita…dan menyegerakan walimah,,itu lah makna “usaha” buat gw…

OK,, mungkin itu pendapat gw tentang persiapan nikah….

Buat seorang teman yang sudah mengirim sms….tulisan ini gw persembahkan buat lo….ga usah kuatir about jodoh,, ga perlu risau….ga perlu menghabiskan pikiran kita, dan menyebabkan produktivitas kita terhambat…ga perlu menyebabkan kita tidak mempercayai Allah (naudzubillah)…Allah akan memberikan yang terbaik buat hambanya….

“Ketika yang terbaik masih menjadi rahasia,, dan kita selalu bertanya-tanya….maka usaha dan doa jawabanNya”

Nb : tulisan ini bukan berarti gampang bisa gw jalani,,tapi gw berharap ketika suatu saat gw lupa dan khilaf dan menjalani di luar apa yang gw tulis…ada orang2 yang bakalan mengingatkan gw,, yaitu kalian ….so,,ingetin gw ya kalo gw khilaf”

Entry filed under: Santai. Tags: .

Baca2 Blog Orang Masih soal Nikah!!

13 Comments Add your own

  • 1. Hadi Teguh Yudistira  |  January 12, 2009 at 5:50 am

    hmm… siapa nih yang sms??kayaknya udah kebelet untuk nikah tuh, hehehehehehe… Btw untuk meyakini bahwa diri sudah siap masih perlu waktu, karena masih banyak tahap-tahap seperti yang anas tawarkan seperti minta doa restu orang tua, kakak keluarga terdekat (ini yang agak gampang-gampang susah=p)….
    Anyway, anas udah tahap mana nih? masih pencarian atau sudah tahap ta’aruf nas? hehehehehehe…..

    Reply
  • 2. anasyusuf  |  January 12, 2009 at 6:09 am

    wah,,maap di ga boleh sebut merek😀
    Setuju ama hadi, makanya kita harus bisa berkompromi,,kan nikah ga cuma 2 individu,,tapi 2 keluarga…
    Gw masih dalam tahap mentarbiyah diri di,, dan mempersiapkan diri secara spiritual maupun materi… ntar kalo udah siap aja….

    Reply
  • 3. Hadi Teguh Yudistira  |  January 12, 2009 at 10:28 am

    sip….semoga berhasil nas… saya juga lagi belajar melihat teman-teman saya yang rata-rata sudah berkeluarga, apa saja sih yang menjadi problem rumah tangga dll. Btw datang ke blog saya juga ya… http://www.yudistira-himura-naruto.blogspot.com

    Reply
  • 4. blackandikauda  |  January 12, 2009 at 2:25 pm

    hohohoo…
    huuuuufffhhh..

    gw g nyangka klo bakal seribet itu..
    bener jug sih..
    banyak persiapan yang harus disiapin untuk perjalanan once in a lifetime kek gitu…

    bisa jadi bahan rujukan jga nih ide-ide lo barusan..
    tenkyu bro!!

    Reply
  • 5. pipie  |  January 12, 2009 at 8:03 pm

    bad timing ni baca postinganmu yang ini Nas.. kepala gw makin sakit gara2 malah makin kenceng nangisnya.. >_<

    mari kita saling mendoakan saja yak.. ^_^

    Reply
  • 6. anasyusuf  |  January 13, 2009 at 3:59 am

    to pipie : sabar pie…seperti yg pernah gw bilang entah berapa tahun yang lalu….sudah ada jodoh untuk kita….😀,, just believe in Allah ok…ok…

    to uda : thanks broo….

    Reply
  • 7. abhol  |  January 13, 2009 at 5:47 am

    Nas,,,bahas tentang gimana cara2nya minta restu kedua keluarga donk,,,yang kata hadi katanya gampang2 susah…
    Ya menurut lw aja,,,atau pengalaman orang2 terdekat lw,,biasanya kan kalo lw cerita pasti ada aja bahannya,,,gak abis2…
    Lumayan,,buat referensi ntarnya,,hehehe….

    Reply
  • 8. blackandikauda  |  January 13, 2009 at 10:52 am

    cieee anas bijak kali ini ke teh pipie…

    hahahahahahaha…
    buset lo bol…
    dah nyiapin sasaran tembak nih…

    Reply
  • 9. Verna  |  March 20, 2009 at 9:42 am

    Wah thakx nas…sptinya smbil mntaqbiyah dri..qu mulai masuk k taaruf..insallh qu kan mpknalkn dia k klrgaqu..tutama ayah..tp qu dpt kndala ne..hubungn gw dgn nyokap tiri gw lg dingin..n akhrinxa beliau tdk mau tau ttang rencna bsar ne..huuuih prlu blajar lbih ikhlas lg ne..so mhon doanya ya..@

    Reply
    • 10. anasyusuf  |  March 24, 2009 at 2:46 am

      Hmmm…thanks ya ver, udah mo baca blog gw…..wah keren kalo udah mo taaruf,,kalo soal hubungan ma nyokap tiri,,alangkah baiknya kita mengalah…
      gw selalu berusaha sok dekat dan sok akrab dengan orang yang bersikap dingin ama gw,,gw bodo amat tetap aja gw anggap hub kita baik2 aja…jangan membalas kedinginan dengan kedinginan….
      Sama-sama ver,saling mendoakan ya…semoga kita mendapat yang terbaik,sabar dan ikhlas….dua kata yang gampang tapi terkadang sulit…
      Ngomong2 soal rencana besar jadi inget lagunya padi:
      “Bila firasat ini memang benar,memilikimu adalah maksud dari sebuah rencana besar merubah hidupku….Jika aku harus berhitung benar akan kemungkinan yang bisa ada Bila aku bisa memilikimu bahagialah aku…… “

      Reply
  • 11. dwisadono  |  July 31, 2010 at 4:23 pm

    trima kasih sarannya mas, tapi giimana ya kalo kita dapat tawaran untuk berkenalan ce’ atau sebenarnya kita sudah mempuyai ce’ yg ingin kita ajak ta’aruf tetapi kita merasa blum siap bilang kekeluarganya karena beberpa alasan (finansial dan ilmu). bagaimana solusi mas ntuk hal ini

    Reply
    • 12. anasyusuf  |  October 28, 2010 at 2:42 am

      maaf mas,,lama banget saya balesnya…..bukan sesuatu hal yang gampang menurut saya mas. Tapi alangkah baiknya kalo memang sudah ada niatan serius ya dikomunikan ke orang tua, yah kali aja pintu rejeki terbuka darisana😀 amiiiiin.

      Reply
  • 13. Just Married 1 « Anasyusuf’s Blog  |  March 18, 2011 at 4:02 am

    […] 1. Ngomongin Nikah […]

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

January 2009
M T W T F S S
« Dec   Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Most Recent Posts


%d bloggers like this: