Negara Tetangga

July 12, 2011 at 9:08 am 9 comments

Gw memang bukan orang yang sering ke luar negeri, bukan karena tidak suka ataupun tidak mau, tapi memang lebih ke arah tidak (baca:belum) mampu. Gw pertama kali ke luar negeri ke negara tetangga Malaysia yaitu acara kuliah kerja (kulker)  bersama temen2 seangkatan kuliah. Itupun melalui acara yang sudah diatur oleh temen2 dari IIUM, jalan2 ke pabrik proton, MSC, TM, petronas, dan beberapa landmark dari Kuala Lumpur. Perjalanan kedua kembali ke Malaysia lagi, kali ini menginap di hotel yang bagus dan kawasan yang lebih “bebas” karena ada training selama 5 hari disana. Dan perjalanan ke luar negeri ketiga masih tetap negara tetangga, yaitu Singapura.

Rasanya malu baru 3 kali keluar negeri itupun hanya di negara2 tetangga tapi sudah “nggaya” nulis blog tentang ini. Dibanding dengan teman2 yang mungkin sudah keliling dunia menginjakkan kaki di beberapa benua rasanya gw ga ada apa2nya.

Perjalanan ke Singapura gw memang bisa dibilang cukup berkesan selain kena masalah di imigrasi, baik di imigrasi Indonesia maupun imigrasi Singapura, gw juga mesti pergi sendirian sejak status gw udah double (suami orang). Ada perasaan seneng karena akan ke tempat baru tapi juga cukup berat karena harus meninggalkan istri gw. Dari 2,5 hari di Singapura acara yang mesti gw datangi cuma berdurasi 2 jam habis itu, gw bebas. Alhasil yang gw lakukan adalah jalan2 sendirian muter2 Singapura dengan berbekal peta MRT dan beberapa check list tujuan yang sudah dibuatin ama istri gw (secara istri gw pernah 6 bulan di Singapura, jadi dia cukup ngerti beberapa tempat menarik).

Perjalanan gw memang tanpa tujuan yang pasti, muter2 di beberapa tempat, jalan2 naek MRT atau bis dengan tujuan yang coba2,toh gw yakin ga bakal nyasar di pulau kecil ini, jalan kaki berkilo2, duduk di taman melihat orang2 sekitar, untunglah gw ada teman yang kerja di sana yang bersedia minjemin gw kartu ez link dan tempat menginap. Thanks to ARINTO temen SMA gw dan NOLANG temen sekelas gw selama setahun pertama di ITB.

Di setiap perjalanan gw keluar negeri selalu memberikan kesan yang cukup mendalam, bukan perasaan kagum yang berlebihan tapi lebih merasa ada kegelisahan yang cukup mendalam. Selama 2 hari berjalan sendirian dan mengamati banyak hal cukup membuat gw berpikir. Dimanjakan trasnsportasi public yang handal, jalanan yang bersih, trotoar yang nyaman, tempat penyebrangan yang tidak berbahaya, papan petunjuk yang mudah dimengerti, taman2 yang asik buat duduk2, sungai yang bersih. Gw yakin suatu saat nanti Jakarta juga bisa kayak gitu,tapi kapan?? Mari kita mulai dari diri kita.

Singapura tidak asing buat orang Indonesia, dan gw yakin juga orang2 yang maen kesana adalah orang2 menengah keatas yang rela ngurus passport, beli tiket pesawat, nyari hotel. Hampir di tempat2 tujuan turis di Singapura isinya orang Indonesia, bahasa lw gw dimana2, satu pesawat gw isinya orang Indonesia, ditambah sejak budget airline semakin melebarkan sayapnya. Tapi di satu sisi gw terkadang prihatin (meminjam kata2 om beye), di saat boarding menunggu keberangkatan pesawat menuju Jakrta beberapa turis Indonesia ini lebih antusias membicarakan jumlah belanjaannya, dan berapa banyak uang yang udah dia habiskan selama di Singapura. Dan tidak tersisa sedikitpun budaya tertib yang mereka ambil dari Negara tetangga ini. Masuk pesawat ga mau antri, menutupi jalan orang di pesawat (sibuk menata barangnya), tetap menyalakan hape di saat pesawaat akan lepas landas, dsb. Yah ternyata memang masi banyak orang2 semacam itu, bahkan untuk level yang gw anggap udah melihat dunia luar. Mungkin orang2 kyk ginilah yang diwakili beberapa anggota DPR yang kunjungan kerja ke luar negeri tanpa isi, dan tanpa bekas sedikitpun. Di satu sisi, banyak TKI yang bekerja di luar negeri menghasilkan devisa bagi Negara, di satu sisi ada orang2 yang menghabiskan devisa Negara ini dengan berbelanja untuk kesenangan pribadi.

Gw memang iri dengan ketertiban di Negara tetangga ini, transportasi public yang nyaman dan mudah, taman2 yang banyak, trotoar yang asik, lalu lintas yang tertib, peraturan  yang jelas (untuk public behavior dan lalu lintas) sehingga tidak ada area abu2 yang bisa dimanfaatkan oleh sebagian oknum. Gw heran, kenapa setiap teknologi dan perkembangan untuk hal2 yang berbau konsumerisme seperti gadget, mall-mall (mall di Indonesia kurang lebih sama kyk di negara2 tetangga),dan sejenisnya sangat mudah diadaptasi dan dikembangkan di Jakarta, sedangkan tranportasi publik yang nyaman, trotoar jalan yang akomodatif, dan taman2 yang hijau kayaknya susah sekali diimplementasikan di Jakarta.

Gw ga ngebahas soal kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat, kebebasan pers, kebebasan dalam bergaul dengan siapapun, keindahan alam laut pulau pegunungan, kekayaan alam dan mineral, keragaman budaya suku bangsa dan bahasa, dan lain sebagainya yang hampir semuanya dimiliki oleh bangsa Indonesia.  Gw hanya merindukan 3 hal Ketertiban, Supremasi hukum, dan Great Managerial.

Yah gw tau itu tanggung jawab semuanya termasuk gw, bolehlah kita berharap, mengutip kata2 Sudjiwo tejo  “Manusia bisa bertahan seminggu tanpa makan dan minum, tapi manusia tak akan bisa hidup sedetikpun tanpa harapan”

Dan kata2 Andy  Dufresne di film Shawshank Redemption “hope is a good thing, maybe the best of things, and no good thing ever dies

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Tips “Menikmati” Ibukota

9 Comments Add your own

  • 1. fickry  |  July 12, 2011 at 9:58 am

    KOK LU GAK CERITA PAS LU NGADEP ORANG IMIGRASI SONO SIH? EMANG MASALAHNYA APA?? APA??? #CARIRIBUT

    Reply
    • 2. anasyusuf  |  July 12, 2011 at 10:07 am

      gw ga mau di PRITA kan :p

      Reply
  • 3. wiwien apriliani  |  July 12, 2011 at 10:41 am

    ada tulisan yang bagus banget di buku kumpulan tulisan alumni SMA kita dulu (judulnya Jajan Pasar).

    Dia sedang sekolah di S2-S3 di Jepang dengan segala kebersihan dan kenyamanannya. Tapi dia slalu meniatkan diri untuk pulang dan “merubah” Indonesia seperti negeri impiannya di Jepang, meskipun dia sadar bhwa “nyesek” juga punya keinginan kyk gitu krn pasti berat bgt dan gak semua orang Indonesia kepikiran yg sama atau mau memimpikan dan mengupayakan itu. dan dia nulis:

    “May be I am just a tiny among the others,but I know I am not the only one. Aku akan bersama-sama mereka yang percaya bahwa di antara jutaan rakyat Indonesia, masih ada mereka yang mau saling membela sesamanya (waktu itu konteks bacaannya pembunuhan di sampit). Aku akan bersama-sama mereka yang percaya bahwaepsentrum hidup adalah konsistensi”

    Jadi, kunci dari bermimpi adalah konsistensi…selamat merayakan mimpi!🙂

    Reply
    • 4. anasyusuf  |  July 13, 2011 at 4:28 am

      mariii bermimpi di sian bolong….

      Reply
  • 5. wiwit prasetyono  |  July 13, 2011 at 3:31 am

    Hey you there, taukah kalian kalau anggota PPI yang menulis tentang komisidelapan@yahoo.com itu sudah 12 tahun di Australia. Teriak-teriak dari sana dan menuntut ini, itu! Pertanyaannya, kapan mau balik? Kapan bangun negaranya sendiri? Di sini, bukan di negara orang lewat tulisan akademik atau apalah yang tidak bisa dinikmati orang-orang sekelas TKI.

    Keep criticizing and keep doing!
    I guess above word are quite cool for my first step onto this blog :p

    Reply
    • 6. anasyusuf  |  July 13, 2011 at 4:27 am

      hohohhohoho….kontributor detik maen ke blog ku…asiiiik :)) *OOT
      hahahahah keep critizing,,biar bisa berkaca dari kata2 sendiri…..

      Reply
  • 7. bimakurniawan  |  July 17, 2011 at 3:50 am

    wahaaaa
    mantap sekali tuh,,,
    jadi pingin liburan ke sana

    tapi harus nabung dulu yang banyak, heeeee

    Reply
    • 8. anasyusuf  |  October 12, 2011 at 1:34 am

      ga perlu banyak2,,nyari tiket promo aja😀

      Reply
  • 9. arikuncoro  |  October 19, 2011 at 7:20 am

    Indonesia membutuhkan orang seperti mas Andjas… Suatu saat nanti pasti kita akan mendapati ibukota menjadi lebih baik, bro. Suatu saat nanti.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

July 2011
M T W T F S S
« Jun    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Most Recent Posts


%d bloggers like this: